Cara Menggunakan Femometer untuk Mengatur Jarak Kehamilan

Kehamilan merupakan momen yang dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah. Banyak hal yang dipikirkan baik persiapan mental, fisik dan juga biaya. Salah satu hal yang sangat disarankan untuk mendukung kesiapan mental, fisik dan biaya adalah merencanakan jarak kehamilan dengan cara menggunakan femometer.

Tentunya hal tersebut disarankan agar buah hati yang baru lahir tercukupi kebutuhan ASI-nya terlebih dahulu sebelum disusul dengan kehamilan yang baru. Dikhawatirkan jika jarak kehamilan terlalu dekat, nutrisi ASI ibu tidak mencukupi untuk buah hati dan ketidaksiapan kondisi fisik dan psikis ibu dalam mengasuh buah hati. 

Cara yang bisa digunakan untuk mengatur jarak kehamilan adalah dengan menggunakan alat KB. Akan tetapi bagi sebagian wanita, alat KB tidak nyaman digunakan. Bagi Anda yang tidak nyaman menggunakan alat KB, Anda bisa menggunakan femometer untuk mengatur jarak kehamilan Anda.

Femometer adalah alat deteksi masa subur yang mengandalkan suhu basal tubuh sebagai dasar penentuannya. Suhu basal tubuh ini dapat diketahui dari air liur wanita.

Cara menggunakan femometer

Femometer dapat dikatakan sebagai alat deteksi masa subur yang berbasis teknologi mutakhir. Bahkan alat ini dapat memperkirakan siklus menstruasi, membaca mood wanita dan juga pola diet. Anda bisa membeli femometer di apotek atau di toko online langganan Anda. 

Femometer didesain dengan warna ungu yang ringan serta mudah dibawa. Untuk mengoperasikan alat ini, Anda harus mengunduh aplikasi femometer di playstore atau appstore smartphone Anda. Kemudian setelah menginstalnya, Anda bisa melakukan sikronisasi dengan bluetooth.

Sebaiknya Anda menggunakan alat femometer di pagi hari sebelum melakukan aktivitas apapun. Saat bangun tidur, masukkan detektor femometer di bawah lidah Anda kurang lebih 10 detik. Hasil analisis femometer akan otomatis terkirim ke smartphone Anda via bluetooth jadi sebelum menggunakan femometer cek dulu apakah aplikasi femometer di smartphone Anda sudah aktif atau belum. 

Anda pun bisa mengetahui siklus masa subur Anda di aplikasi tersebut. Dari analisis femometer inilah, Anda bisa memperkirakan kapan Anda dan pasangan melakukan hubungan intim agar tidak terjadi kehamilan.

Demikian sedikit ulasan mengenai cara menggunakan femometer untuk mengatur jarak kehamilan. Semoga bermanfaat ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *